Sawah Organik Namang

Overview
Sawah Organik Namang adalah proyek pertanian berkelanjutan di Desa Namang, Bangka Tengah, yang menjadi bagian dari program Integrated Farming Bangka. Proyek ini berfokus pada penghidupan kembali tanah pertanian yang sehat dan subur serta menghasilkan beras organik berkualitas tinggi yang aman, sehat, dan bernilai gizi.
Pendekatan dan strategi utama
Langkah-langkah kunci untuk mewujudkan sawah organik yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Sawah Organik Namang dirancang sebagai model best practice pertanian padi ramah lingkungan yang dapat direplikasi petani sekitar. Demoplot ini menjadi ruang belajar bersama bagi petani, peserta PKBM, dan generasi muda untuk memahami sistem pangan yang menyehatkan bumi sekaligus menguatkan komunitas.
Melalui pendekatan regeneratif, proyek ini tidak hanya mengejar hasil panen, tetapi juga pemulihan kualitas tanah, kemandirian input, dan terbentuknya agroekosistem sawah yang seimbang dan produktif dalam jangka panjang.
- Manajemen tanah regeneratif – analisis pH dan hara, peningkatan bahan organik, serta aktivasi mikroba tanah dengan kompos, biochar, dan biofertilizer.
- Sistem irigasi dan air bersih – pengembangan model pengairan efisien dan perlakuan air (water treatment) untuk memastikan air bebas kontaminasi.
- Kemandirian pupuk organik – pemanfaatan jerami fermentasi, pupuk kandang, dan cairan mikroba sebagai sumber hara utama.
- Konservasi agroekosistem sawah – menjaga serangga penyerbuk, burung sawah, dan diversifikasi tanaman untuk membentuk ekosistem yang seimbang.
- Pelibatan masyarakat dan pendidikan – melibatkan petani lokal dan peserta didik PKBM dari tahap perencanaan hingga pascapanen.
Tantangan yang direspon
Sawah Organik Namang hadir untuk menjawab persoalan nyata dalam sistem pertanian padi konvensional.
Praktik pertanian intensif berbasis input kimia meninggalkan banyak persoalan: tanah yang lelah, biaya produksi tinggi, hingga menurunnya kualitas pangan yang dikonsumsi sehari-hari.
Di saat yang sama, regenerasi petani muda berjalan lambat dan akses terhadap pengetahuan pertanian alami masih terbatas. Proyek ini memposisikan sawah sebagai ruang belajar hidup yang menghubungkan ilmu, praktik, dan komunitas.
- Menurunnya kualitas tanah akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia secara intensif.
- Ketergantungan tinggi pada input kimia yang mahal dan merusak lingkungan.
- Rendahnya kandungan nutrisi pada beras hasil pertanian konvensional.
- Lemahnya regenerasi petani muda dan minimnya akses pendidikan pertanian berkelanjutan.
Gallery
Explore other projects
See how our other initiatives support pepper farmers and sustainable supply chains.
Sawah Organik Ciparay
2024
Sawah Organik Ciparay adalah proyek percontohan pertanian berkelanjutan yang digagas untuk memulihkan kesuburan tanah dan menghasilkan padi berkualitas tinggi, sehat, dan bebas residu kimia. Proyek ini dirancang sebagai model best practice yang dapat direplikasi oleh petani lain yang menginginkan pertanian ramah lingkungan, mandiri, dan produktif.
View projectNutri Food
2025 · Ongoing
Nutri Food merupakan inisiatif di bawah naungan Yayasan Cakrawala Askara Nusantara (ASKARA) yang bergerak dalam pengembangan dan penyediaan pangan halal dan thayyib sebagai bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Proyek ini berkomitmen menghadirkan produk makanan dan minuman yang tidak hanya lezat, tetapi juga memenuhi standar kesehatan jasmani dan spiritual.
View projectNutri Well
2025 · Ongoing
Nutri Well adalah program edukasi gizi dan kesehatan yang hadir untuk mendorong konsumsi pangan yang sehat, utuh, minim proses, dan berbasis nabati. Program ini merespon gaya hidup modern yang sering mengabaikan pentingnya makanan sehat dan berkontribusi pada peningkatan risiko penyakit degeneratif.
View projectWatana Academy
2023
Watana Academy adalah program pelatihan pertanian di bawah Yayasan Cakrawala Askara Nusantara yang dirancang untuk menghimpun dan mengembangkan SDM berkualitas di bidang pertanian. Program ini memadukan ilmu manajemen, keterampilan pertanian lestari, dan pembentukan karakter agar peserta mampu menjadi penggerak perubahan di sektor pertanian.
View project